Jangan Belajar Akuntansi !

Ada beberapa hal yang cukup menarik yang kami amati dari pelaku usaha UMKM maupun industri kreatif. Bertumbuhnya industri kreatif dan UMKM memang hal yang sangat baik bagi bangsa ini, maupun bagi individu masing-masing. Namun, biasanya, pelaku usaha ini mengalami kesulitan dan bahkan tidak peduli tentang pentingnya memiliki pembukuan dan laporan keuangan untuk bisnisnya. Bagi mereka, yang penting adalah jualan, jualan, dan jualan.

Memang betul. Punya pembukuan yang rapih pun menjadi sia-sia jika kita tidak bisa menjual produk/jasa kita. Namun, kami menemukan banyak sekali bisnis baru yang mati hanya karena persoalan pembukuan dan pencatatan keuangan. Dari mulai hal-hal simple seperti tidak adanya pemisahan rekening antara rekening untuk bisnis dan rekening pribadi ownernya. Atau si owner yang semena-mena mengambil uang bisnis untuk kepentingan pribadi. Sampai yang memang tidak bisa membedakan mana cash-in mana untung. Nah, bagi beberapa pemilik usaha yang sudah peduli pentingnya punya pembukuan dan laporan keuangan, berbagai cara coba dilakukan untuk membuat bisnisnya lebih baik. Namun, kebanyakan dari mereka menempuh cara yang salah.

Biasanya, para pemilik usaha itu mengikuti seminar atau pelatihan tentang pembukuan untuk UMKM. Tapi, seperti hasil observasi kami ke beberapa UMKM, itu tidak berhasil. Kenapa? karena melakukan pembukuan itu bukan tugas dari pemilik usaha. Pemilik usaha seharusnya fokus untuk mengembangkan usahanya. Salah seorang pebisnis dari komunitas bisnis terkemuka pernah bercerita kepada kami, kalau dia harus turun tangan mengurusin keuangan dan akuntansi bisnisnya. Karena memang belum ada orang yang jadi staff keuangannya. lalu kami tanya, “apa Bapak backgroundnya akuntansi?” dan beliau jawab “BUKAN”..Oke, berarti Bapak sudah kalah 2 kali.
Pertama, karena beliau sebagai pemilik usaha sudah membuang waktu untuk fokus pada bidang keuangan. Dimana seharusnya pemilik itu memikirkan semua hal, walaupun secara general. Kedua, dengan tidak memiliki latar belakang akuntansi, hampir dipastikan hasil laporannya pun tidak akurat. Lalu pertanyaan selanjutnya pun muncul. “Kan kami belum punya uang ,pak, untuk menggaji staff keuangan”..
Disinilah kami, Rasyidi Consultant, memaikan peran SDM keuangan Anda, bahkan dengan biaya yang sangat murah untuk menyajikan laporan keuangan yang akurat. Anda cukup membayar bahkan lebih rendah dari menggaji lulusan SMK, untuk mendapatkan hasil kerja para proffesional. Seorang pengusaha terkemukan Indonesia pun pernah berkata. “Pemilik bisnis tidak harus paham akuntansi. Tapi harus paham cara membaca laporan keuangan”

 Bravo

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×