Belajarlah Membaca LAPORAN KEUANGAN, Bukan Akuntansinya

 

Ways-to-access-companys-financial-statements-6U1FA94S-x-large

 

 

 

 

 

 

Dunia UMKM memang memiliki banyak keunikan. Salah satu nya adalah pandangan mereka terhadap pentingnya punya laporan keuangan. Sebagian besar pelaku UMKM tidak peduli dengan Laporan Keuangan. Bagi mereka, memiliki catatan harian jual – beli saja sudah cukup. Tidak ada NERACA. Tidak ada LABARUGI. Sebagian lainnya lagi sudah mulai peduli terhadap laporan keuangan, apalagi ketika mulai muncul masalah akibat tidak memiliki Laporan Keuangan. Kita akan bahas kondisi yang kedua.

Ternyata, pemilik bisnis yang peduli dengan Laporan Keuangan juga dibagi menjadi 2 kelompok. Pertama, pemilik bisnis yang sadar bahwa usahanya harus punya laporan keuangan namun juga sadar bahwa harus ada orang yang mengerjakan untuknya, dan kedua, pemilik bisnis yang sampai ingin tau dan bisa melakukan pembukuan dan menyajikan laporan keuangan. Apa bedanya?

Pada umumnya UMKM merupakan bisnis yang dijalankan dengan SDM seadanya. Pemilik bisnis masih harus mengerjakan banyak hal. Beda dengan perusahaan besar yang memang sudah mempunyai struktur management yang jelas. Pemiliki UMKM biasanya menjalankan beberapa fungsi sekaligus. Fungsi HRD ( merekrut pegawai sendiri, menentukan gajinya sendiri, dsb), fungsi keuangan (bayar-bayar ke suplier, cek uang masuk, membayarkan gaji pegawai, dsb), fungsi pimpinan (mengontrol semuanya agar berjalan dengan baik), dan yang paling penting adalah FUNGSI SALES. Ya, karena sebagus-bagusnya tim keuangan, tim HRD, atau apapun itu, jika sebuah bisnis tidak memiliki sales, sudah dapat dipastikan bisnis tersebut tidak bisa jalan.

Lalu bagaimana seorang pemilik bisnis menyiasati kondisi seperti itu? Pertama, yakinkan dahulu bahwa punya laporan keuangan bulanan adalah hal yang penting. Kenapa? Karena hanya dengan membaca kertas laporan keuangan tersebut, seorang pemilik bisnis dapat melihat secara keseluruhan kondisi usahanya. Baik kondisi nilai perusahaan (lihat dari neraca), maupun kondisi untung rugi (lihat dari laba rugi).Tapi ingat, informasi tersebut hanya bisa diberikan oleh Laporan Keuangan yang memang akurat. Terkadang, memiliki Laporan Keuangan yang salah bisa lebih berbahaya dari pada tidak memiliki laporan keuangan ,karena akan memberikan informasi yang salah untuk langkah kedepannya.

Nah, selanjutnya, siapa yang akan menyajikan laporan keuangan tersebut? Jika usaha Anda sudah mampu mempekerjakan seorang lulusan akuntasi, itu bagus. Solusi lain adalah Anda bisa menggunakan jasa pihak ketiga yang memang usaha mereka adalah membantu klien menyajikan laporan keuangan bulanan.

Faktanya adalah, kami banyak menemukan pemilik bisnis yang terjun langsung untuk belajar akuntansi, belajar melakukan pembukuan, hingga bisa menyajikan laporan keuangan. Jika Anda sebagai pemilik bisnis tidak berlatar pendidikan akuntansi, maka Anda telah rugi 2x. Pertama, Anda rugi waktu karena sebagai pemilik bisnis harusnya Anda lebih memikirkan hal yang produktif. Kedua, Anda rugi hasil, karena Anda juga tidak dilatarbelakangi oleh pendidikan akuntansi.

Pelajarilah CARA MEMBACA laporan keuangan. Bukan Akuntansinya. Sesederhana misalnya, apa makna akun akun dineraca, seperti PIUTANG, HUTANG, KAS, MODAL dll.

Apakah ini bisa? Percayalah, coba Anda pikirkan, apa CEO-CEO perusahaan ternama mengerti akuntansi, sampai ke penjurnalan – penjurnalannya?

Success

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *